
angkutan kota
fenomena yang rasanya biasa untuk kita (baca : indonesia), akan sangat cepat bereaksi begitu harga bahan baku naik, secara responsif maka produk-produk turunannya pun akan menyesuaiakan naik. nah bandingkan jika harga bahan baku yang turun, apakah produk turunan akan seresponsif itu ?
saya membaca ini, dan tersenyum sendiri, entah harus menyikapi dari sudut pandang mana. alih-alih mengambil sikap menjadi konsumen, tetapi kadang sisi kemanusiaan masih sedikit mengambil peran (atau bisa disebut pengaruh efek timur yang sifatnya lebih permisif ?).
ya, mari kita lihat ini sebagai suatu pembelajaran hubungan antara produsen dan konsumen. dan saya yakin, harus ada kesetaraan antara dua pihak tersebut, harus ada sifat saling mendukung, konsumen memerlukan produsen dan begitu juga sebaliknya.
lalu masalahnya apa hubungannya dengan dualitas efek harga
kita ambil contoh adalah turunnya harga bbm beberapa hari lalu, adakah pengaruhnya terhadap ongkos angkutan kota yang kita gunakan ? apakah reaksi yang diberikan sebesar itu ? ketika pada saat harga bbm mengalami kenaikan.
penyangkalan selalu dikemukakan pada situasi seperti ini, entahlah alasan yang menyebutkan bahwa bbm hanyalah salah satu komponen dari biaya untuk menentukan tarif angkutan kota. dan rasanya hal yang sama tentang alasan tersebut menjadi tenggelam ketika pihak angkutan kota juga menaikkan tarif mereka pada saat lalu.
mengingat hubungan kesetaraan antara produsen dan konsumen, rasanya dualitas efek harga ini tidak membantu ke arah yang lebih baik. konsumen akan selalu berada pada posisi yang dianggap merugi dan produsen selalu beranggapan bahwa profit margin untuk mereka sangatlah kecil. dan kita hanya selalu berputar-putar di masalah ini. tanpa pernah pada akhirnya nanti menemukan satu pemecahan masalah yang permanen untuk ini.
perlu kearifan lebih antara dua pihak. kita harus memulai untuk meredam dualitas efek harga. produsen sudah sepantasnya mulai bersikap adil memperlakukan konsumennya. lakukan transparansi biaya, baik pada saat ada kenaikan atau penurunan harga bahan baku. konsumen juga harus bisa menerima segala konsekuensi dari transparansi biaya tersebut, siap untuk menerima kenaikan ataupun penurunan harga.
semoga saja, lain hari kita akan banyak mendengar turunnya harga produk turunan yang mengikuti turunnya harga bahan baku. tidak hanya untuk bbm, mungkin juga sembako ataupun kebutuhan pokok lainnya.
konsumen senang. produsen senang.
*gambar minta dari sini … mohon izinnya yah*


*tertarik ama gambarnya* emang angkot stasion hall – dago masih ada yang jenis kijang gitu ya?
By: ichanx on December 22, 2008
at 9:28 am
sepertinya ada tuh
By: donyariya on December 22, 2008
at 11:32 am