
kehilangan
jujur saya sedikit banyak tergelitik setelah baca entry terbaru dari Guh : karena sakitnya minta ampun. eits, jangan mikir yang aneh dulu atau udah kepikir lagunya mulan jamidong yang jangan tusuk aku dari belakang :p.
hehehe, ini bukan masalah itu kok, bukan sama sekali. termasuk salah satu entri menarik dari si empu-nya blog. sangat menarik malahan, diantara banyaknya entri tentang topik-topik satire panas dari beliau, eh sekalinya saya ketemu entri tentang hati. jarang-jarang kan ?
okay … see, lihatlah bahkan seorang Guh aja mengakui masalah hati ini begitu pelik, menyebabkan sakit yang sangat, belum lagi komplikasi lain di kehidupan akibat sakit yang disebabkan. gak ada yang gampang, saya yakin, selama seseorang masih mempunyai hati, selama itu pula hatinya akan merasa sakit begitu menjumpai keadaan ditinggalkan, terutama jika ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi.
kata-kata “Mencintai bukan untuk memiliki” seakan-akan hanya sebuah penyangkalan saja, ungkapan bahwa jika seseorang mencintai, maka dia seharusnya berbahagia jika mendapati pasangannya itu berbahagia, walaupun kondisi berbahagia bagi pasangannya itu menyebabkan sakit yang sangat buat dia. terdengar semakin aneh bukan ?
ini bukan kasus yang terjadi untuk Guh saja, ini untuk saya juga, dan mungkin semua orang. kata-kata dan ungkapan menjadi sangat ideal, tapi terlalu sulit dan jauh untuk dijangkau. terlalu membohongi hati kalau menurut saya.
bahkan ada seorang teman bilang, tidak perduli dengan melihat pasangannya bahagia, dia lebih perduli bahagia atau tidak pasangannya, mereka harus tetap bersama. terdengar egois bukan ? tapi itulah kenyataannya. kita akan selalu sulit menerima keadaan ditinggalkan, dan berharap menjadi positif di saat keadaan seperti itu akanlah susah, kalau memang tidak bisa disebut mustahil.
tidak ada yang salah, dengan keinginan untuk memiliki, sifat dasar manusia. tinggal sekarang bagaimana kita mengatur keinginan untuk memiliki.
sesuatu yang lumrah, semua yang kita miliki, mempunyai kemungkinan hilang suatu saat nanti, tinggal soal waktu saja, bisa cepat bahkan lama. kemudian sebab kehilangannya juga mungkin akan berbeda, ada yang hilang di ambil yang PUNYA. ada yang hilang di ambil orang lain. ada yang hilang karena rusak. ada yang hilang benar-benar hilang. banyak sebab lah. tapi semua, intinya adalah hilang.
itu yang perlu disadari oleh kita, bahwa kemungkinan hilang akanlah selalu ada. nah di saat kita menyadari kemungkinan itu, saya yakin pada saatnya nanti si kehilangan mendatangi kita, setidaknya kita sudah lebih siap. setidaknya yah, dan kesakitan itu mungkin tidak akan menjadi terlalu sangat.
saya, kamu, dia dan mereka akanlah kehilangan sesuatu, bentuknya mungkin yang berbeda. ada yang kehilangan pacar, istri,suami, pekerjaan, kekayaan ataupun hal lainnya. saya yakin sekali, mungkin tidak ada satu orangpun di dunia ini yang tidak pernah kehilangan kan ?
yah marilah kita berkenalan sedikit dengan kehilangan. hingga saat waktunya tiba nanti setidaknya kita sudah bisa sedikit lebih baik
*sayabarusajakehilangan*


ribet!
By: waterbomm on December 16, 2008
at 10:10 am
jleb deh…. kena saya juga…. :’-(
yang penting mah : IKHLAS….
By: bagusrully™ on December 16, 2008
at 10:13 am
Idem!! saya juga…heuheu…:))
Tapi karena keseringan hilang tapi ketemu lagi!
Hilang yang sekarang rasanya biasa aja malah hambar…kekekez…Ngomong apa yah..saiiiiaaaah??!?!?!
By: lovelyena on December 19, 2008
at 9:54 pm